Share on facebook
Share on twitter
Share on pinterest

Kenali Dampak Buruk Yang Terjadi Akibat Multitasking

Kenali Dampak Buruk Yang Terjadi Akibat Multitasking

Padatnya aktivitas kita membuat mengeluh kekurangan waktu. Rasanya 24 jam sehari tidak akan cukup. Apalagi bagi yang sudah masuk ke dunia kerja, belum selesai satu pekerjaan sudah muncul lagi tugas baru dari atasan. Ada saja pekerjaan yang tidak terselesaikan dan ingin rasanya membelah diri agar semua pekerjaan atau kegiatan berjalan dengan lancar. Saking padatnya, kita pun dituntut untuk melakukan multitasking.

Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu memang menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan perkerjaan. Meski terlihat keren dan hebat bisa mengerjakan banyak tugas sekaligus, tapi tahukah kamu ada beberapa dampak negatif dari bekerja multitasking loh . Apa saja ya kira-kira ? yuk sama-sama kita simak info berikut ini.

Menurunnya kapasitas otak

Kebiasaan melakukan banyak hal sekaligus bisa memenuhi kapasitas otak. Selain itu, stres akan lebih sering muncul. Kebiasaan ini akan mengakibatkan mengurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan untuk berpikir jernih dan berkurangnya konsentrasi. Otak merupakan salah satu organ yang justru meningkat performanya ketika digunakan. Namun kebiasaan multitasking ini akan menekan otak bekerja terlalu keras.

Rentan membuat kesalahan

Pekerja yang terbiasa multitasking jadi lebih rentan membuat kesalahan. Misalanya ketika mengangkat telpon sambil mengetik. Kamu sudah memikirkan apa yang mau di ketik namun bisa jadi kamu mengetik apa yang diucapkan penelpon. Bagian otak yang memproses penglihatan dan pendengaran tidak bisa bekerja bersamaan. Ketika fokus melihat, kamu akan melewatkan beberapa kata dari lawan bicara begitu juga sebaliknya.

Mengurangi produktivitas

Mungkin sebagian besar kita menganggap bahwa bekerja secara multitasking membuat pekerjaan menjadi lebih cepat selesai. Tetapi ketika kamu bolak-balik mengerjakan beberapa tugas dalam waktu yang sama ini tidak membuat anda menjadi produktif. Perhatian kamu justru terfokus pada pergantian tugas tersebut bukan pada tugasnya.  

Misalnya ketika kamu harus menelpon seseorang tetapi juga harus membalas email. Kemungkinan besar yang kamu fokuskan adalah tentang membalas email. Bukan pada isi email tersebut.

Mudah lelah dan stress

Gelaja yang satu ini pasti dirasakan oleh para multitasker, hanya saja sebagian orang menepisnya dengan mengalihkan ke aktivitas lain. Memaksa otak dan tubuh bekerja lebih keras ternyata bikin mudah stres loh. Jangan anggap remeh ya, stres bisa berujung penyakit atau merusak kehidupan sosial.

Dari beberapa dampak yang di sebabkan oleh bekerja multitasking ada baiknya kita mengerjakan pekerjaan secara satu persatu sehingga pekerjaan dapat selesai dengan optimal dan efisien. Ada bereberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk mengurangi multitasking yaitu membuat jadwal, fokus pada satu pekerjaan, dan kurangi chatting. Dengan begitu jamu bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tanpa terganggu. Semoga membantu ya sahabat ninos !

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Leave your comment.
Artikel Lainnya

Berlaku Mulai

> Weekdays

Sesi 1

09.00 – 14.00 WIB

Sesi 2

> Weekend / holidays

Sesi 1

10.00 – 15.00 WIB

Sesi 2

12.00 – 17.00 WIB

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi :

082286491785

Early Bird Special

> Weekdays (Selasa - Jumat)

Toddler

2 - 3 Tahun

Rp. xx.000,-

Child

4 - 16 Tahun

Rp. xx.000,-

Adult

> 16 Tahun

Rp. xx.000,-

> Weekend (Sabtu - Minggu)

Toddler

2 - 3 Tahun

Rp. xx.000,-

Child

4 - 16 Tahun

Rp. xx.000,-

Adult

> 16 Tahun

Rp. xx.000,-

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi :

0853 5535 8889